Masuk

Ingat Saya

Jihad Kemanusiaan Pada Bulan Ramadhan

Jihad Kemanusiaan Pada Bulan Ramadhan

Tak kurang dari satu hari lagi umat Islam di dunia akan memasuki bulan Ramadhan. Bulan yang didalamnya tersimpan berbagai kemuliaan yang begitu besar. Selama satu bulan kita akan berpuasa. Tidak hanya menahan lapar dan dahaga, kita juga di anjurkan untuk menahan hawa nafsu dari segala perbuatan buruk yang akan terus menggoda iman kita.

Bukan berarti dalam keadaan berpuasa kita bermalas-malasan. Rasulullah dalam sejarahnya tidak pernah bermalas-malasan pada bulan Ramdhan. Dapat kita lihat contohnya, terdapat peperangan terjadi pada bulan Ramadhan. Beberapa peristiwa besar Islam juga terjadi pada bulan ini.

Maka tidak ada alasan untuk kita berhenti menebar kebaikan pada bulan Ramadhan. Malah amat di anjurkan sekali. Karena beberapa keutamaan bulan ini adalah dilipatkan pahala jika kita berbuat baik dan do’a yang kita panjatkan pasti Allah ijabah pada bulan ini.

Oleh karena itu, dalam momentum memasuki bulan puasa saya akan sedikit berbagi mengenai jihad kemanusiaan yang dapat kita lakukan untuk dapat menjadikan Indonesia sebagai wilayah damai.

Puasa dijadikan wahana bagi usaha membangun solidaritas kemanusiaan yang harmoni dan damai, yang melintasi sekat-sekat yang dapat meruntuhkan persaudaraan kemanusiaan, menuju persaudaraan umat manusia yang bermatabat sama dihadapan Allah.

Harmoni kemanusiaan, dapat ditranspormasikan atau diaktualisasikan oleh Muslim yang berpuasa, adalah terwujudnya kesalihan sosial dalam tata hubungan kemasyarakatan di berbagai segi kehidupan. Sikap toleran, welas asih, empatik, senasib sepenanggungan, memiliki kepekaan sosial yang tinggi, pemaaf, cinta pada kedamaian, dapat dikembangkan dari makna fungsional ibadah Puasa dalam kehidupan bermuamalah.

Sebaliknya sikap mudah memvonis, memojokan, menghina, menjatuhkan, berseteru, merasa benar sendiri, dan sikap-sikap kerdil lainnya terhadap sesama, jelas berlawanan dengan esensi dan makna fungsional dari nilai ibadah puasa.

Dalam Al Quran surat Al Ankabut : 69, disebutkan bagi orang-orang yang berjuang, bekerja dan berkarya akan mendapat bimbingan Allah Swt. “Dan orang-orang yang berjihad untuk mencari keridhoan Kami, benar-benar Kami akan tunjukan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang sabar”

Oleh karena itu, sudah semestinya kita bisa menjadikan momentum bulan ramadhan ini sebagai bulan untuk berjihad dalam konteks sosial Kemanusiaan. Adapun beberapa jihad kemanusiaan yang saya tawarkan sebagai berikut:

1. Berjihad melawan kemerosatan moral. Merubah moral yang sudah hancur tentu saja tidak mudah, karena ini berkaitan dengan mental manusia. Akan tetapi tidak ada masalah yang tidak ada jalan keluarnya. Jika semua umat Islam berkemauan yang kuat, maka bukan tidak mungkin ini akan berhasil.
2. Berjihad melawan kemiskinan. Ali bin Abi Tholib, berkata bahwa “kemiskinan akan mendekatkan kepada kekafiran”. Kafir berarti mengingkari akan nikmat Allah dan orang yang ingkar akan nikmat Allah, sudah barang tentu hatinya menjadi buta, tidak bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, mana yang halal dan mana yang haram, mana yang perintah dan mana larangan dan orang yang ingkar ini dapat berlaku jahat, seperti mencuri, merampas bahkan merampok, meneror bahakan melakukan kekerasan dengan alasan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. oleh karenaya adalah wajar jika kemiskinan itu harus dilawan dan menjadi musuh bersama. Berbagi di bulan puasa merupakan suatu hal yang harus kita laksanakan karena mengandung banyak kebaikan.
3. Berjihad melawan Terorisme. Sesungguhnya terorisme bukanlah satu-satunya kejahatan yang harus kita lawan saat ini. Banyak kejahatan lainnya yang harus kitaa hilangkan di Indonesia. Menurut saya, para teroris saat ini sudah menggunakan berbagai cara untuk memuluskan aksi mereka. Apakah kita bisa tinggal diam? Lewat tulisan ini, saya ingin mengajak berbagai elemen yang membaca tulisan ini untuk berdoa. Jika kita belum dapat melakukan hal-hal yang lainnya cukuplah dengan doa. Momentum bulan puasa dimana bulan yang Allah ijabah jika kita bermunajat kepada-Nya haruslah kita manfaatkan sedemikian rupa. Jika kita mempercayai kekuatan doa, haruslah kita lakukan untuk mendapati Indonesia yang damai, tentaram tanpa terorisme dan kejahatan-kejahatan lainnya.

Sebenarnya masih banyak jihad-jihad kemanusiaan yang dapat kita lakukan di bulan puasa. Hanya saja inggal diri kita yang melakukan kesadaran untuk mengaplikasikannya selama bulan puasa dan nantinya menjadi terbiasa pula pada 11 bulan lainnya. Dengan adanya kesadaran yang positif dari orang-orang yang sedang berpuasa untuk melakukan Jihad terhadap tiga hal tersebut. Maka insya-Allah bangsa ini akan menjadi damai dalam bingkai keimanan kepada Allah swt.

ulfah
Dengan