Masuk

Ingat Saya

Anak = Manusia kertas putih

Anak = Manusia kertas putih

Ketika kita anak-anak,kita gak takut apa pun. Bisaa dikatakan kita adalah orang yang paling berani di dunia. Main kotor hajar, malahan hujan adalah favorit kita untuk main.Enggak pernah mikirin akibat dari apa yang kita lakukan. Anak-anak yang polos bagai kertas putih yang tergantung bagaimana lingkungan memberi warna. Golden age atau usia emas anak adalah umur yang sangat penting bagi kehidupan manasia.

Banyak penelitian menunjukkan betapa masa dini usia, yaitu masa lima tahun ke bawah, merupakan golden ages (masa keemasan) bagi bagi perkembangan kecerdasan anak. Lingkungan bukan hanya berperan penting tapi memang lingkunganlah yang menetukan perkembangan sang anak. Orang yang sangat dekat dengan anak sangat mempengaruhi pola pikir mereka.

Kita sekarang yang sudah remaja dan dewasa muda bisa flashback dulu seperti apa kita didik oleh orang tua tau siapa pun yang terdekat dengan kita,dan merasakan perbandingan diri kita saat ini. Kita sukanya apa,lebih suka bersosialisasi dengan siapa , hal lainya.Kita memang tidak bisa berharap bahwa anak-anak di indonesia mendapatkan lingkungan yang baik untuk mereka. Tetapi kita sebagai anak muda yang berkontribusi menciptakan generasi yang baik harus bisa belajar dan menentukan kearah man agenerasi kita selanjutnya.

Dimulai dari lingkungan yang terdekat,adik kita atau saudara kita yang masih anak-anak,kita bisa memperkenalkan mereka hal-hal baru yang posotif,misalnya menggunakan aplikasi saat belajar,atau memanfaatkan media informasi digital untuk mendapatkan info yang bermanfaat . Tapi masih harus dalam pengawasan kita pastinya. Pengawasan sangatlah diperlukan karena yang bisa mencegah hal-hal tidak baik ya kita sendiri.

Dunia luar juga sudah banyak konten-konten yang bersifat radikal dan teror. Sebenarnya hal kecil seperti dari ketidak tahuan,ketidak sukaan kita terhadap sesuatu bisa memicu pikiran negatif anak. Akar dari radikal adalah sifat kebencian kita terhadap sesuatu,yang semakin lama semakin menjadi dan membuat kita bertindak dan befikir memberontak. Terorisme yang disebarkan lebih buruk lagi. Memperbolehkan membunuh,menculik, dan meneror untuk mensahkan tujuan yang merusak dan melukai orang-orang tertentu.Bayangkan bagaimana Indonesia di maasa depan kalau anak-anak sekarang menyukai senjata dan meneror orang lain.

Tindakan manusia yang bisa melebihi hewan,terkadang tidak terfikirkan oleh akal sehat. Menag seperti itulah yang terjadi dan yang bisa kita lakukan adalah mencegah dan belajar banyak hal positif sesuai dengan apa yang kita sukai. Maksimalkan kesukaan kita,boleh tidak suka terhadap sesuatu tetapi jangan sampai kita merugikan orang lain. Damai dari lahir sampai mati.

ulfah
Dengan