Masuk

Ingat Saya

Kurikulum Anti Terorisme Solusi Cegah Terorisme di Indonesia

Kurikulum Anti Terorisme Solusi Cegah Terorisme di Indonesia

Sejak tahun 2002 hingga tahun 2014 Indonesia telah mengalami 200-an lebih aksi terorisme. Aksi-aksi tersebut berbagai macam jenisnya. Ada aksi dalam teror besar dengan skala mematikan maupun teror kecil. Realitas ini sungguh sangat ironis, mengingat Indonesia adalah negara dengan jumlah muslim terbesar di dunia yang merupakan agama yang rahmatan lil ‘alamin (rahmat bagi alam semesta).

Apalagi saat ini, para pelaku terorisme sudah banyak yang melibatkan anak-anak yang tidak berdosa. Hal ini terbukti dari beberapa video yang ISIS luncurkan yang mana yang menjadi objek video tersebut adalah anak-anak. Naudzubillah

Hukum Islam yang disyariatkan Allah Swt. pada hakekatnya diproyeksikan untuk kemaslahatan manusia. Salah satu kemaslahatan yang hendak direalisasikan adalah terpeliharanya jiwa (hifzi nafs) dari hal-hal yang tidak sesuai dengan kehendak Allah Swt.. Oleh karena itu, adanya larangan membunuh dengan sengaja, maupun tidak sengaja dan sebagainya, kesemuanya bertujuan untuk memelihara keamanan jiwa manusia. Larangan menghabiskan nyawa dengan perilaku terorisme misalnya akan menjadikan kemaslahatan yang akan dituju dengan pemeliharaan jiwa tidak akan tercapai itu tidak tercapai.

Dalam Islam, selain kita di perintahkan untuk menjaga diri kita masing-masing, kita juga di perintahkan untuk menjaga keluarga kita. Hal ini sesuai dengan yang terdapat dalam Alquran surat At-Tahrim ayat 6. Oleh karena itu, amat penting mencari solusi preventif dari segala aksi-aksi teror yang terjadi di Indonesia.

Anak-anak yang di usia mereka saat ini merupakan usia yang penting untuk menerima pendidikan yang layak. Oleh karena itu penting jika kita mencari solusinya dari hal pendidikan pula. Menurut hemat penulis salah satu solusi terbaiknya adalah memasukkan kurikulum anti terorisme di pelajaran anak sekolah. Hal itu penting agar dapat menjadi senjata untuk melindungi generasi muda Indonesia dari ancaman paham-paham terorisme dan radikalisme. Pengetahuan terorisme perlu, agar dapat membentengi para siswa dari paham paham radikalisme, kekerasan dan terorisme yang rata-rata menjadikan kaum muda sebagai targetnya. Generasi muda merupakan target yang paling mudah dan utama direkrut oleh kelompok radikal dan teroris. Untuk itu remaja harus diberi bekal yang cukup sehingga mereka bisa membentengi dirinya dari bahaya radikalisme dan terorisme yang kerap mengintai.

Menurut saya, kita tidak perlu memunculkan pelajaran baru cukup menyisipkan kurikulum tersebut pada pelajaran yang sudah ada. Misalnya saja pelajaran agama disekolah dapat dibuat dengan kurikulum pendidikan berisi nilai-nilai yang beradab dan sesuai dengan budaya Indonesia yang toleran, dan damai. Itu harus benar-benar diajarkan kepada generasi muda kita.

ulfah
Dengan