Masuk

Ingat Saya

Hardiknas Berdarah di Medan, Stop Radikalisme !

Hardiknas Berdarah di Medan, Stop Radikalisme !

Medan gempar, senin, 2 Mei 2016. Ya, peristiwa sadis pembunuhan dosen yang dilakukan mahasiswanya sendiri.
Sungguh tragis ketika membaca berita terkait kejadian tersebut. Di era yang suddah modern saat ini mengapa dapat terjadi kejadian yang merupakan hasil pemikiran kuno ini.

Kali ini penulis akan mencoba bebagi tentang radikalisme dari sudut yang berbeda. Sesungguhnya kekerasan tidaklah menghabiskan manusia dengan jumlah yang banyak. Pembunuhan yang disengaja oleh seseorang jua merupakan kekerasan.
Mirisnya, hal tersebut dilakukan oleh seorang mahasiswa yang menjadi icon generasi penerus bangsa. Sejujurnya selama bumi ini masih berputar tentunya Tuhan yang Maha Esa masih menguji umat-Nya dengan ujian yang tidak dibatas kesanggupannya. Saya percaya itu.

Walaupun banyak hal yang dapat generasi penerus lakukan dalam ranah yang positif pada saat ini, namun satu dua orang pemuda pastilah tidak luput untuk melakukan hal yang negatif. Termasuk kejadian yang sudah terjadi satu hari lalu.
Selaku generasi penerus bangsa, saya tidak akan pernah bosan untuk saling mengingatkan. Hal ini dirasa perlu karena sifat manusia yang tidak lepas dari khilaf dan lupa. Salah satunya dengan tulisan sederhana, yang mencoba saling mengingatkan sesama generasi penerus bangsa untuk menebarkan virus perdamaian di Indonesia.

Sudah saatnya kita bahu membahu dan terlibat bersama dalam pencegahan radikalisme. Karena radikalisme adalah musuh kita bersama. Selaku generasi muda, sudah menjadi tugas bersama untuk mencegah radikalisme sedini mungkin. Mari kita ajak semua elemen masyarakat dan juga keluarga untuk aktif dalam pencegahan radikalisme
Besar harapan saya, agar peristiwa berdarah di Hari Pendidikan Nasional yang terjadi di kota kelahiran saya ini tidak akan terjadi lagi kedepannya. Marilah sama-sama kita membentuk jati diri generasi penerus bangsa yang dapat mengharumkan nama bangsanya sendiri, bukanlah generasi penerus yang terus-terusan melakukan hal-hal yang negatif sehingga membuat negaranya malu memiliki generasi penerus seperti itu.

ulfah
Dengan