Masuk

Ingat Saya

Dukung Pemerintah dengan tebarkan virus toleransi

Dukung Pemerintah dengan tebarkan virus toleransi

Tindakan radikalisme dan terorisme sudah tidak dipungkiri lagi telah menyebar luas di Indonesia. Berbagai pihak baik pemerintah maupun masyarakat telah berupaya untuk mencegahnya maupun meniadiadakannya di Indonesia. Kali ini saya akan membagikan informasi terkait pencegahan radikalisme dan terorisme dari perspektif agama.

Pencegahan terorisme dan radikalisme dari perspektif agama diarahkan pada upaya pelurusan pemahaman keagamaan terhadap masyarakat. Upaya ini berdasarkan objeknya dapat dipilah menjadi terhadap yang “infected” telah terpengaruh oleh paham keagamaan yang radikal dan suka menggunakan kekerasan dan terhadap masyarakat pada umumnya yang berpotensi mendapat pengaruh.

Untuk kelompok pertama dapat disentuh dengan dialog intensif melalui pengajian dan diskusi agama. Adapun yang dapat melakukannya para ustadz ataupun para pemuka di setiap agama yang secara keilmuan agamanya memadai dan piawai dalam memoderasi pemahaman keagamaan. Untuk msyarakat umum yang belum terpengaruh, dilakukan penjagaan agar tidak terbawa kepada pemahaman yang keliru.

Di antara jajaran pemerintah untuk melawan terorisme, kita patut salut terhadap kinerja BNPT (Badan Nasional Penaggulangan Terorisme) dan Kementrian Agama. Betapa banyak program-program kerja yang keduanya lakukan dalam hal pencegahan paham kekerasan. Semuanya berujung pada sikap toleransi kita terhadap sesama.

Mustahil radikalisme dan terorisme akan musnah jika kita membiarkan pemerintah bekerja sendirian. Sebagai masyarakat Indonesia, kita juga harus turut membantu pemerintah dalam membrantas terorisme dengan menggalakkan toleransi antar umat beragama.

Pencegahan radikalisme dan terorisme dari perspektif agama dengan menjunjung tinggi sikap toleran terhadap sesama, akan berhasil jika satu sama lain saling bekerja sama. Hal ini merupakan upaya pencegahan yang termasuk kepada lingkup kecil. Pengembangan paham keagamaan yang toleran, yang berbasis kebudayaan nusantara yang damai, dan menjunjung tinggi kesadaran akan keberagamaan pada praktiknya harus bersinergi dengan upaya-upaya lain yang non-agama, seperti pensejahteraan masyarakat, penegakan keadilan dan banyak lagi yang lainnya.

Maka dari itu, marilah kita bersama-sama saling bersinergi terutama generasi muda Indonesia dalam penangulangan radikalisme dan terorisme. Marlah kita jadikan toleransi sebagai virus yang harus disebarkan kepada banyak orang, dan jadikanlah hal tersebut sebagai sebuah kemestian yang harus dan terus dibangun di dalam diri kita masing-masing. Karena khalifah Ali bin Abi Thalib Ra. pernah berkata kebaikan yang tidak terorganisir akan kalah dengan pembuat kerusakan yang terorganisir. Wallahu a’lam

ulfah
Dengan