Masuk

Ingat Saya

Toleransi Beragama Wujudkan Indonesia Damai

Menurut Khasan Abdul Qahar dalam bukunya “kamus istilah Pengetahuan Populer”, beliau mendefenisikan kerukunan umat beragama menjadi tiga suku kata. Yaitu yang pertama adalah kerukunan merupakan serangkaian dari bagian-bagian yang tercermin dalam melaksanakan aktivitas kehidupan, kerukunan dapat tercipta di tengah masyarakat bila saling pengertian. Kesatuan masyarakat dalam melaksanakan ajaran agama dengan tidak mengganggu agama lain dalam dalam melaksanakan agamanya. Sedangkan kata kedua umat adalah para penganut suatu agama atau Nabi, misalnya umat Islam, Kristen, Buddha, hindu dan lain-lain juga berarti orang banyak (khalayak). Adapun kata yang ketiga adalah agama adalah suatu kepercayaan yang dianut oleh manusia dalam usahanya mencari hakekat dari hidupnya dan yang mengajarkan kepadanya tentang hubungan trasendentalnya dengan Tuhan.

Maka pengertian kerukunan umat beragama adaah serangkaian penganut suatu agama yang berlainan dan saling hormat menghormati antara penganut agama yang saling berbeda tersebut, dengan tidak mendapat hambatan dari penganut agama lain.

Indonesia dikenal sebagai negara dengan toleransi antarumat beragama yang tinggi. Toleransi antar umat beragama inilah yang bisa dijadikan senjata untuk mencegah dan menangkal penyebaran propaganda paham radikalisme dan terorisme. Karena toleransi antar umat beragama yang tinggi, sehingga tidak ada tindakan-tindakan represif yang dilakukan kepada agama tertentu.

Radikalisme dan terorisme memang sudah menyebar luas dan menghantui Indonesia. Mereka bisa menusuk melalui berbagai cara. Ancaman radikalisme dan terorisme ini sudah semakin menglobal sehingga harus diimbangi dengan upaya-upaya maksimal dalam setiap pencegahannya. Dengan keoptimisan kita, maka kita pasti akan bisa mengusirnya dari Indonesia. Salah satu jalan terbaik yaitu memperkuat ideologi Pancasila dan memperdalam pengetahuan agama.

Terdapat cara efektif untuk mengusir jauh-jauh terorisme dan radikalisme, yaitu dengan pendekatan antara umat beragama dan menjunjung tinggi toleransi umat beragama. Dalam hal ini Fethullah Gullen seorang cendikiawan kenamaan dari Turki menulis dengan penuturan bahasa yang mengendung keselarasan universal sebagai berikut:

“Ikatan yang mempersatukan kita adalah lebih banyak ketimbang yang memisahkan kita. Kemanusiaan telah sampai kesimpang jalan, yang satu kearah putus asa, yang lain kearah keselamatan, dan semoga Allah swt memberi kita kebijaksanaan untuk mengambi; keputusan yang benar. Masa-masa untuk mencari dukungan dengan kekuatan zalim sudah usai, sebab yang patut untuk dunia yang telah tercerahkan sekarang ini adalah argumen persuasif yang meyakinkan. Orang-orang yang mengandalkan kekuatan zalim untuk mencapai tujuan, mereka adalah jiwa-jiwa yang bangkrut secara intelektual.”

Radikalisme dan terorisme merupakan beberapa pergolakan-pergolakan yang seharusnya tidak perlu terjadi di bumi pertiwi. Sikap toleransi antar umat beragama adalah salah satu yang harus kita junjung tinggi. Sekiranya terdapat perbedaan di dalam sebuah masyarakat, hendaklah kita saling mengerti dan menghargai bahwa kebebasan beragama adalah hak setiap orang yang dilindungi. Karena kerukunan umat beragama adalah juga merupakan salah satu dari pada ajaran agama.

Kerukunan umat beragama bukanlah menyatakan kesediaan bekerjasama dalam soal agamanya, akan tetapi memberikan penghargaan, ketenangan dan toleransi yang berdasarkan jiwa keharmonisan antar umat beragama. Sebagaimana yang dilaksanakan di Indonesia, dimana masing-masing pemeluk agama bebas menjalankan ajaran agamanya, selagi tiak ada paksaan kepada penganut agama lain untuk mengikuti ajaran agamanya.

Oleh karena itu, sebagai warga negara Indonesia marilah kita menjunjung tinggi toleransi antar umat beragama. Karena kita sama-sama meyakini bahwa radikalisme dan terorisme tidaklah dibenarkan di agama manapun. Satu hal yang kita buat demi kebaikan Indonesia lebih berarti dari pada tidak sama sekali. Indonesia damai tanpa radkalisme dan terorisme, junjung kuat kerukunan umat beragama.

ulfah
Dengan