Masuk

Ingat Saya

Awasi Generasi Masa Depan

Dunia pendidikan adalah ruang di mana anak tumbuh berkembang secara terdidik untuk menjadi manusia yang berbudi baik, beradab, dan menjadi manusia seutuhnya. Pendidikan bukan institusi yang justru menanamkan anak kita tentang kebencian, intoleransi apalagi kekerasan.

Hal ini terkait dengan dugaan temuan bahan materi anak sekolah dasar yang mengandung tema kekerasan. Kejadian ini harus menjadi cambuk kita bersama. Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kejaksaan dapat mengawasi barang cetakan yang diedarkan di sekolah. Dan orang tua dan masyarakat menjadi garda depan untuk melakukan pengawasan tersebut.

Anak merupakan aset masa depan bangsa. Kesadaran untuk mengawasi dan mengontrol secara teliti terhadap perkembangan anak perlu ditumbuhkembangkan. Anak usia dini adalah investasi jangka panjang yang rentan menerima semua hal, termasuk hal negatif sekalipun.

Sebagai orang tua harusnya tidak hanya mengantar anak berangkat sekolah, tetapi mengantarkan anak juga untuk bisa mencapai pengetahuannya dengan benar. Tugas guru dan lingkungan sekolah hanya seperempat dari waktu anak mengasup pengetahuan. Keluarga dan orang tua khususnya bertanggungjawab penuh untuk mengawasi, memantau dan mengetahui perkembangan anak, termasuk dari sumber mana anak mengambil pengetahuan.

Perlu dilakukan kewaspadaan oleh semua pihak. Lembaga pendidikan tempat mencetak kader bangsa masa depan rentan menjadi target untuk dirusak secara sistematis. Kata kuncinya memang sangat mudah. Ingin merusak bangsa ini, rusaklah generasi penerus bangsa ini. Pendidikan menjadi ladang subur bagi tumbuhnya sikap tidak toleran, tidak menghormati perbedaan dan keragaman dan sikap kekerasan.

Adalah tugas kita semua dalam mengawasi asupan-asupan pendidikan yang anak-anak kita dapatkan. Orang tua tidak boleh enggan dan takut untuk melaporkan temuan yang janggal dalam materi pendidikan dan pengajar yang mempunyai indikasi mengajarkan hal yang negatif terhadap anak. Ketidakpedulian orang tua sama saja membiarkan anak kita berkembang tanpa kontrol. Oleh karena itu, mari selamatkan anak kita dari ajaran kekerasan di usia dini.

ulfah
Dengan