Masuk

Ingat Saya

Pemuda Bangkitlah

Kebanyakan tindakan radikalisma dan terorisme yang terjadi di Indonesia, pelakunya adalah pemuda. Hal ini sontak membuat BNPT selakulembaga yang expert dalam mengkaji penyebab terjadinya terorisme bertanya-tanya. Mengapa anak-anak muda itu terpikat untuk ikut-ikutan aksi teror? Mari kita simak fakta bahwa sekitar 80 persen dari 600 terduga yang di tangkap adalah reaja berusia 18-30 tahun. Lagi-lagi data ini membuktikan bahwa anak-anak muda menjadi sasaran perekrutan jihad instan untuk mencedrai bangsa sendiri.

Para pemuda yang umumnya masih labil amat menjadi sasaran empuk untuk dicuci otaknya (barain wash) dalam melakukan aksi terorisme. Dengan janji-janji palsu, mereka dengan mudahnya masuk kedalam jiwa-jiwa pemuda dan berhasil untuk menyuruh para generasi muda untuk melakukan pengeboman. Sungguh tragis bukan? Aksi teror terus terjadi bahkan dengan langkah-langkah pastinya mereka mengkader anak-anak belia untuk tetap dalam lingkaran ideologi terorismenya. Caranya, kader yang ditargetkan para pelaku terorisme tersebut adalah upaya bisa menggaet para anak muda untuk dipengaruhi dan bisa melanjutkan ideologi amoralnya.

Hanya ada satu cara agar dapat terhindar dari ajakan orang-orang yang menyuruh melakukan pengeboman yaitu dengan melakukan pembentengan diri baik melalui ibadah kepada Tuhan maupun cara-cara positif lainnya. Kelabilan kita sebagai pemuda harus kita perkuat dengan penjagaan dari Tuhan Yang Maha Esa. Teruslah berdoa agar senantiasa di lindungi dari perbuatan negatif, yang dapat merugikan diri kita sendiri.

ulfah
Dengan