Masuk

Ingat Saya

Aksi Duta Damai Dunia Maya I

Assalamualaikum Wr. Wb
Hai semua, rasanya sudah lama banget tidak nulis di blog damai. Mudah-mudahan kita selalu sehat ya dalam menjalankan aktivitas kita sehari-hari. Aamiinn, belakangan saya masih di sibukkan oleh tesis yang belum juga kelar. Waaghh,, jadi sedikit curcol (curhat colongan) nih. Mohon doa dari sobat damai semua ya agar saya dapat menyelesaikannya.
Well, tulisan saya berikut ini akan bercerita mengenai “aksi duta damai dunia maya”. Secara uda dapet pengalaman di Yogyakarta beberapa bulan lau, maka saya anngep aja uda jadi duta. Hehehe,,, tapi jangan khawatir sobat damai semua, walaupun kalain belum dapat kesempatan dari BNPT selaku badan yang menanggulangi terorisme untuk sharing-sharing segala hal terkait terorisme, namun kalian uda jadi duta damai ya setidaknya untuk diri sendiri. Peace . . . 
Next, beberapa waktu lalu saya sempat shock ketika beberapa bom meledak seperti di Perancis dan yang baru-baru ini di Ibu Kota kita Tercinta “Jakarta” yang pupuler dengan sebutan Bom Sarinah. Waduhhh, miris banget kan? Sempat terbersit dalam hati saya, kapan sih berakhirnya nih bom-bom semuanya? Dan barulah tersadar, betapa belum maksimalnya kita selaku generasi Muda Indonesia dalam memberantas aksi-aksi teror tersebut.
Yang tidak di sangka-sangka, beberapa hari ini saya mendengar informasi dari berbagai media bahwa di buku pelajaran adik-adik kita di tingkat sekolah dasar ada content yang mengarahkan mereka kepada aksi teror. Yah, walaupun saya belum selidiki betul namun jika berita ini benar sungguh makin berat tugas kita sebagai generasi muda Indonesia.
Masa anak-anak merupakan masa pembentukan karakter, jadi jika dari anak-anak saja mereka sudah di perkenalkan dengan berbagai aksi laknat tersebut sungguh ironi bukan? Keceriaan yang harusnya adik-adik kita dapatkan diganti dengan pemahaman-pemahaman aneh yang tidak layak mereka dapatkan.
Oleh karena itu, selaku duta damai saya akan membagi tulisan saya kebeberapa aksi yang harusnya kita generasi muda Indonesia lakukan, yaitu sebagai berikut:
I. Para pemuda penggiat dunia maya (internet) bisa melakukan aksi-aksi sosial misalnya dengan menyebarkan informasi yang positif. Dengan perkembangan media sosial yang kita miliki saat ini hendaknya pengekspresian diri kita yang kita tuangkan di setap medsos yang kita miliki hendaklah contentnya mengarah kepada kepositfan informasi, yah misalnya saja informasi pendidikan seperti beasiswa , pelajaran-pelajaran secara suka rela, menginformasikan bencana alam, informasi lowongan kerja, dan masih banyak informasi yang dapat kita share kepada masyarakat luas sehingga menambah keingintahuan kepada hal-hal yang positif bukan kepada hal-hal yang negatif.
Maka dari itu, satu aksi nyata kita amat berharga demi kemajuan negeri kita tercinta. Jika setiap warga negara Indonesia sudah mulai memperbaiki dirinya kepada tindakan-tindakan positif Insyalloh “Damai Indonesia” sudah di depan mata. Salam Damai dari Medan . . .

bersambung . . .

ulfah
Dengan