Masuk

Ingat Saya

Pahlawanku ya Orangtuaku . . .

Di moment yang bersejarah ini, banyak hal yang bisa kita ungkit untuk dijadikan tuisan. Salah satunya kali ini saya ingin mengangkat kisah tentang jasa orang tua kita. Sebagai remaja yang beranjak dewasa, saya ingin mengucapkan begitu besar ucapan terima kasih kepada seluruh orang yang telah bergelar orang tua terkhusus buat kedua orang tua saya. Terima kasih sudah menjadi pahlawan bagi kami.
Sebagai generasi muda harapan bangsa coba renungkan, apa yang sudah kita lakukan untuk membalas jasa mereka. Pantaskah kita berbuat kegiatan negatif yang membuat malu mereka? Jika kita belum dapat berbuat sesuatu untuk mereka, cobalah untuk tidak mengecewakan mereka.
Ini saya share, juga karena penyesalan terdalam yang saya alami. Di usia saya ke 22 tahun lalu, Allah swt. telah memanggil Ibu saya untuk menghadap-Nya. Ketika itu tanggal 22 Juli 2014 hari selasa betepatan dengan 24 Ramadhan 1436 H pukul 01.00 WIB di salah satu ruangan ICU rumah sakit swasta di Medan. Saya belum siap, namun keadaan memaksa saya harus siap. Apapun belum saya dapat berikan kebeliau, wanita nomer satu terhebat dikehidupan saya. Namun walaupun saya masih rapuh semua orang yang menyanyangi saya telah memberikan kekuatan pada saya. Terkhusus ayah kandung yang insyalloh, Allah selalu berikan kesehatan kepada beliau. Amiin
Walaupun kejadian itu tak akan saya lupakan, namun pesan pentingnya bahwa kepada seluruh generasi muda marilah kita ddari sekarng memikirkan apa yang harus kita lakukan demi kesenangan para orang tua kita. Dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, belia berkata, “Seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi,’ Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Kemudian ayahmu.’” (HR. Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 2548)
Semoga salah satu hadis ini dapat memotivasi kita agar dapat selalu membahagiakan kedua orang tua kita. Dengan kegiatan-kegiatan yang positif pasti orang tua kita akan bangga pada kita. Untuk para orang tua kita yang sudah tiada, janganlah bersedih. Ia sudah tenang disana. Doakanlah selalu dan berbuatlah kegiatan yang langsung dapat menghubungkan kita dengan mereka, orang yang selalu terpatri di hati ini. Karena sesungguhnya hanya raga yang terpisah namun jiwa apalagi cinta akan selalu bersemai hingga Syurga mempersatukan kita. Amiinn
Selamat hari Pahlawan Nasional untuk negeriku….10 November 2015
mamak

ulfah
Dengan