Masuk

Ingat Saya

“Berikan aku 10 pemuda niscaya akan ku guncangkam dunia”, berikut merupakan nukilan dari pidato Bung Karno yang hingga detik ini masih sering terdengar di telinga kita. Dari pernyataan Bung Karno tersebut, terlihat bahwa generasi muda merupakan ujung tombak sebuah Negara. Bung Karno dengan tegasnya mengatakan jika Ia diberi 10 pemuda ia dapat merubah dunia. Harusnya semangat dari Sang Proklamator tersebut juga ada pada diri kita masing-masing. Baiknya sebuah Negara tentu ditunjang oleh baiknya kualitas SDM (sumber daya manusia) para pemudanya. Pemuda sejatinya memiliki peran dan fungsi yang strategis dalam akselerasi pembangunan termasuk pula dalam proses kehidupan berbangsa dan bernegara. Melindungi Negara dari ancaman terorisme yang akhir-akhir ini meluas juga termasuk tugas mulia dari para generasi muda. Pemuda dapat berperan aktif sebagai kekuatan moral, kontrol sosial, dan agen perubahan dalam segala aspek dalam memerangi terorisme. Kita sebagai generasi muda Indonesia hendaknya mengambil peranan penting dalam pencegahan terorisme. Peran kita sebagai pemuda, seperti yang telah diterangkan di atas dapat di bagi menjadi tiga, yaitu sebagai kekuatan moral, kita dapat berperan dengan meningkatkan kesadaran kita terhadap kepedulian antar sesama. Dengan meningkatkan iman kita kepada Tuhan Yang maha Esa tentunya moral kita juga akan meningkat dan bertambahlah sikap kepudilian kita. Oleh karena itu, setelah kita memiliki kesadaran yang tinggi untuk melindungi masyarakat Indonesia dari bahaya terorisme maka otomatis kita memiliki berbagai cara untuk mengajak orang lain agar anti terhadap terorisme. Kemudian peran yang kedua yaitu kontrol sosial. Hal ini dapat diwujudkan dengan memperkuat wawasan kita mengenai terorisme seperti mengikuti banyak seminar mengenai anti gerakan terorisme serta ilmu-ilmu lain yang dapat menambah pemahaman bahwa terorisme merupakan perbuatan yang di laknat Tuhan. Sehingga, kita sebagai generasi muda Indonesia tidak akan mudah terjebak dengan perekrutan-perekrutan anggota baru oleh oknum yang melegalkan terorisme tersebut. Adapun peran yang ketiga menjadi agen perubahan sosial (agent of change). Hal ini sudah begitu banyak cara generasi muda dalam mewujudkannya. Salah satunya yaitu dengan memanfaatkan dunia maya. Menjadikan dunia maya sebagai media damai dalam setiap media sosial yang pemuda gunakan sudah merupakan aksi nyata untuk menjadi seorang agen perubah. Oleh sebab itu, sebagai generasi muda marilah kita bekerja sama untuk mengeluarkan energi positif yang kita miliki dalam membrantas terorisme hingga ke akar-akarnya dengan mengambil salah satu peranan tersebut, karena jika bukan kita? Siapa lagi?

ulfah
Dengan